Bukan hanya Corona, Melainkan Ada Penyakit Lain Di Eropa

Sekarang-sekarang ini, Indonesia tengah berupaya untuk melawan wabah covid-19. Menghadang wabah ini saja sudah sulit dengan berbagai rintangan hambatan yang dilalui. Kasus pasien positif terpapar virus ini juga terus melonjak setiap harinya. Kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pun digalakkan di sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di ibukota.

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Akan tetapi, di bagian belahan bumi lain, yaitu Benua Eropa bukan hanya dihadang oleh Corona, melainkan ada penyakit lain. Penyakit ini berpotensi menyebabkan kematian lebih banyak.

Apa Nama Penyakitnya?

Penyakit lain ini adalah flu/influenza musiman. Walaupun penyakit ini sudah cukup lama muncul, keberadaannya tidak boleh diremehkan sedikit pun. Sebab, berdasarkan situs voa , laju kematian akibat penyakit ini di seluruh dunia berkisar antara 291.000 hingga 646.000 jiwa setiap tahunnya.

Penemuan-penemuan ini mengingatkan kita akan keseriusan penyakit flu dan pencegahan flu harus menjadi prioritas global

Dr. Joe Bresee, Direktur Kesehatan Global Divisi Influenza, CDC

Dilansir dari artikel detik , penyakit flu ini berasal dari saat musim dingin makin mendekat di wilayah Eropa. Dengan begitu, Stella Kyriakides, Komisaris Kesehatan Uni Eropa, memperingatkan akan risiko “twindemic COVID-19 dan Flu” yang berpotensi memakan korban jiwa.

Dari Gratisography

Ini mungkin menjadi kesempatan terakhir kami untuk mencegah terulangnya kejadian di musim semi lalu

Stella Kyriakides, Komisaris Kesehatan Uni Eropa

Berdasarkan penelitian di Public Health England (PHE) menunjukkan bahwa adanya risiko kematian hingga 2 kali lipat pada orang yang dites positif flu musiman dan covid-19 ini dikomparasi dengan pasien yang hanya terpapar Covid-19.

Dari artikel detik pula diinformasikan bahwa penyakit flu musiman di Eropa menyebabkan empat hingga lima puluh juta jiwa terinfeksi setiap tahunnya. Diperkirakan, 15.000 hingga 70.000 jiwa meninggal karena flu musiman ini.

Ini sebagian bisa dijelaskan dengan strategi pengujian yang ditingkatkan. Namun, ada beberapa negara yang tampaknya sekarang mengalami kemajuan lagi dari transmisi lokal terbatas menuju transmisi komunitas yang berkelanjutan. Pandemi masih jauh dari kata selesai, dan kita tidak boleh lengah.

Ammon, Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Eropa

Referensi:

  1. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5187658/covid-19-belum-usai-eropa-dilanda-satu-penyakit-mematikan-lagi?tag_from=wp_belt_lifestyle&_ga=2.241919106.1483130745.1601016039-1931956528.1600429929
  2. https://www.voaindonesia.com/a/studi-kematian-akibat-flu-musiman-di-dunia-lebih-tinggi-dari-perkiraan/4163264.html

Related posts