Dollar Australia Menjadi Termahal dari 2018, Melesat hingga 3,5% di bulan Agustus!

https://www.cnbcindonesia.com/market/20200901155655-17-183630/melesat-35-di-agustus-dolar-australia-termahal-sejak-2018

Penguatan cukup signifikan dari Nilai tukar dollar Australia terhadap rupiah sepanjang bulan Agusus ini. Perguatan tersebut mencapai ke level puncak termahal sejak November 2018.

Hal tersebut dapat terjadi karena ada pemicu utama, yaitu harga komoditas yang menanjak dan sikap bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/ RBA)

Dikutip dari artikel cnbcindonesia.com, dollar Australia telah menguat 3,5% sepanjang bulan Agustus hingga berada di level Rp10.738/AU$ . Dengan begitu, dollar Australia telah mengalami penguatan dalam 4 bulan beruntun dengan persentase total 11,26%.

Perlu diketahui, harga komoditas yang meningkat berasal dari harga biji besi. Peningkatan tersebut menyumbang sekitar 15% dari total ekspor dari Negeri Kanguru. Harga biji besi mencapai US$118,89/ton pada pekan lalu. Namun, jika dilihat dari bulan April, biji besi telah mencatat kenaikan lebih dari 45%. Oleh karena itu, dollar Australia berada pada tren menanjak.

Pemicu dari peningkatan harga biji besi salah satunya berasal dari impor China yang melonjak. Menurut data bea cukai China yang dikutip dari mining.com menunjukkan lonjakan sekitar 17% pada bulan Mei hingga Juni.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d2/IDR_USD_exchange_1997-07-02_to_1998-05-21.png

Selain biji besi, harga emas dunia yang juga meningkat sangat tinggi memberikan sentimen positif terhadap dollar Australia. Emas juga merupakan komoditas terbesar di Australia, yaitu peringkat terbesar ke-6 dan berkontribusi sekitar 4,8% dari total ekspor negara tersebut.

Dengan meningkatnya harga komoditas-komoditas tersebut, pendapatan Australia akan meningkat pula. Selain itu, peningkatan tersebut juga menopang penguatan mata uang dari negara tersebut.

Bank Sentral Australia (RBA) juga tidak mempermasalahkan posisi dari niai tukar dollar Australia. Hal tersebut membuat harga nilai tukar dolla Australia melambung tinggi.

Menurut RBA, nilai tukar dollar Australia sudah sesuai dengan fundamentalnya. Berarti, RBA tidak mengharapkan terjadi pelemahan unutuk membantu perekonomian.

Jika dollar Australia melemah, produk dari negara tersebut akan lebih terjangkau sehingga berpotensi meningkatkan kegiatan ekspor. Akan tetapi, RBA berpandangan bahwa nilai tokar dollar Australia sudah cukup membantu pemulihan ekonomi sehingga tidak perlu lebih rendah lagi.

Jika perekonomian Australia meningkat, fundamental dollar Australia juga akan meningkatkan. Hal tersebut termasuk juga melawan mata uang Rupiah.

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat….

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20200901155655-17-183630/melesat-35-di-agustus-dolar-australia-termahal-sejak-2018

Related posts