
Beberapa waktu lalu, kasus pasien positif Corona di Italia melonjak tajam. Tidak sedikit dari warganya yang meninggal akibat dari virus ini. Virus ini menyebar secara brutal dan masif sehingga banyak orang terpapar. Selain itu, sebagai orang dengan mata “biasa” tidak bisa melihat virus ini berkeliaran sehingga sangat sulit untu mengendalikan penyebaran Covid-19 ini.
Umumnya, seseorang yang terpapar virus corona akan merasakan gejala-gejala dalam jangka waktu 14 hari atau 2 minggu lamanya. Gejala-gejala yang ditimbulkan adalah sesak napas, indra penciuman tidak berfungsi optimal, dan batuk serta flu.
Dikutip dari laman liputan 6 , pada bulan Maret, Italia memiliki kurang lebih 63.927 jiwa yang positif corona dengan lebih dari 6.000 nyawa melayang. Namun, 7.432 orang dinyatakan sembuh.
Lantas, Bagaimana Cara Menekan Penyebaran Virus Corona?
Hal ini tidak bisa dijawab dengan faktor tunggal atau satu jawaban saja. Sebab, terdapat beberapa faktor yang berpengaruh dalam penekanan virus corona di Italia.
Swab Test untuk anak-anak. Ya, dikutip dari laman bbc indonesia , tes usap dan tes cepat (rapid test) memang memiliki stok yang cukup banyak di area bandar udara, staisun kereta, dan sekolah.
Dapat disimpulkan bahwa ketika masyarakat merasa kesulitan untuk mengakses tes corona, pemerintah memberikan kemudahan.
Jika dipersingkat ada beberapa faktor yang menyebabkan Italia mampu menekan angka kasus positif. Diantaranya adalah kemudahan melakukan tes, pelacakan kontak yang efisien, dan karantina wilayah.
Referensi: