RI Bisa Resesi Gara-Gara Rajin Nabung, Masa Sih?

Resesi
null
Ilustrasi Resesi

Kondisi pandemi seperti sekarang ini membuat perputaran roda perekonomian kian melambat. Hal ini terjadi akibat dari terbatasnya interaksi antar individu. Dengan begitu, semakin berkurang peluang terjadinya transaksi perpuataran uang.

Nah, di kala pandemi ini juga mau baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagian masyarakat akan cenderung mengrangi porsi untuk berbelanja konsumsi. Sebaliknya, justru makin banyak porsi untuk ditabung di tabungan masing-masing.

Hal ini demikian menyebabkan terjadinya penghambatan perputaran uang di kalangan masyarakat, khususnya di sekotor perdagangan. Dengan begitu, jangan tumbuh, perekonomian kian sulit untuk bertahan di posisi stagnan.

Selain dari individu masyarakatnya sendiri, perusahaan-perusahaan juga tidak sedikit yang menahan untuk ekspansi dan berinvestasi. Hal ini demikian karena perusahaan tersebut ingin melakukan saving/ menabung untuk survive/bertahan selama kondisi pandem ini serta mengurangi risiko apabila nanti jika berinvestasi atau melakukan ekspansi akan menimbulkan kerugian yang cukup banyak.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia pada bulan Agustus 2020, pertumbuhan kredit dari perbankan hanya tercatat sebesar 1,04% dikomparasikan dengan periode bulan Agustus tahun 2019 (year-on0year/YoY). Hal ini tentu menjadi catatan laporan kondisi perubahan terendah setidaknya sejak tahun 2003.

Fungsi intermediasi dari sektor keuangan masih lemah akibat pertumbuhan kredit yang terbatas sejalan permintaan domestik yang belum kuat karena kinerja korporasi yang tertekan dan kehati-hatian perbankan akibat berlanjutnya pandemi Covid-19

Keterangan Tertulis Bank Indonesia
null
Ilustrasi Resesi

Dari laporan di atas dapat disimpulkan bahwa roda perpuatan ekonomi Indonesia tidak berputar dengan baik. Dunia usaha perdagangan serta rumah tangga mengambil pilihan untuk menyelamatkan masing-masing, mencari jalan teraman, dan minimnya langkah untuk berinvestasi.

Walaupun sebagai akibatnya ekonomi menjadi tersendat, hal ini cukup dapat dimaklumi mengingat selama pandemi ini masing-masing individu harus menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan harus dilakukan untuk menekan dan mencegah penyebaran dari virus corona yang sedang mewabah di berbagai wilayah.

Tersendatnya ekspansi bisnis dan keputusan investasi berakibat pula pada dua sisi ekonomi, yaitu dari sisi penawaran (supply) dan permintaan (demand). Penawaran terhambat lantaran proses produksi terambat pula akibat dari terbatasnya jumlah pegawai dan proses distribusi produk. Di lain sisi, permintaan juga menurun karena setiap individu dianjurkan untuk tidak keluar rumah kecuali untuk kebutuhan dan keperluan mendesak.

Referensi: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200918000027-4-187651/gemar-menabung-malah-bikin-ri-kian-dekati-resesi-kok-bisa

Related posts