
Sekarang ini masyarakat Myanmar atau Burma tengah memperindah diri agar elok dilihat dengan mengenakan Thanaka, pasta berwarna kuning pucat dari kulit pohon yang kemudian dilumatkan. Setelah itu, dioleskan ke muka mereka. Cara memperindah diri ini cukup unik karena terkesan ala manusia purba yang terpampang bertebaran di mana-mana.
Hal ini cukup unik lantaran berbeda dengan kosmetik modern pada umumnya. Hal ini disebabkan karena Thanaka tidak ditujukan untuk menonjolkan fitur wajah atau menyembunyikan kekurangan dari pemakainya. Menurut masyarakat setempat, Thanaka merupakan simbol dari kecantikan serta kesehatan.
Agar bisa terlihat oleh banyak orang, jutaan pipi dan dahi daripada masyarakat Myanmar diolesi kosmetik Thanaka ini. Banyak kalangan yang memakai kosmetik ini mulai dari para petani tua, pegawai perkotaan, hingga anak-anak murid.
Thanaka membuat kulit lebih lembut, menghilangkan jerawat dan ruam,
U Nyo (55) seorang petani dilansir dari laman National Geographic

Pohon liar paling bagus, terutama yang ditanam burung pemakan buah. Pohon yang dibudidayakan kehilangan kekuatannya.
U Nyo (55) seorang petani dilansir dari laman National Geographic
Sebagai contoh, sang petani yang diinterview, U Nyo, meminum sesendok kulit kayu yang telah dilumatkan pada setiap pagi. Tidak lupa dicuci dengan secangkir air. Hal ini dilakukannya lantaran untuk kesehatan umum.
Sekarang ini, kosmetik organik kulit ini tersebar di seluruh penjuru komunitas di negara Myanmar, seperti Buddha, Muslim, dan etnis lainnya. Dengan begitu, hal ini telah menjadi simbol budaya Burma. Selain budaya kosmetik organik ini ada juga Longyi (rok nasional yag dipakai oleh pria dan wanita mirip sarung.

Referensi: https://nationalgeographic.grid.id/read/132318773/thanaka-kosmetik-alami-andalan-orang-orang-myanmar